Senin, 25 Juni 2012

Laporan "TEKNIK PEMBENIHAN IKAN MAS"


DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Halaman Motto
Halaman Persembahan dan ucapan terima kasih
Kata pengantar
Daftar isi
BAB  I  PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
1.2  Identifikasi masalah
1.3  Pembatasan masalah
1.4  Tujuan dan manfaat
1.4.1        Tujuan
1.4.2        Manfaat
BAB II KAJIAN PUSTAKA
          2.1 Klasfikasi ikan Mas (Cyprinus carpio)
          2.2 Morfologi ikan Mas
BAB III METODOLOGI
          3.1 Deskripsi Lokasi
          3.2 Metode pengumpulan/perolehan data
          3.3 Metode pelaksanaan
          3.4 Alat dan bahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
          4.1 Teknik Pemijahan Ikan Mas
BAB V PENUTUP
          5.1 Kesimpulan
          5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
   
    Kabupaten Bone bolango merupakan kabupaten yang masyarakatnya masih kurang membudidayakan ikan air tawar. Namun sejak didirikan Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) yang terletak di desa suka damai, masyarakat mulai mengenal ikan air tawar dengan membudidayakannya. Hingga akhir berkembanglah ikan air tawar yang berada di bone bolango Khususnya masyarakat desa suka damai.
    
      Adapun ikan yang sering dibudidayakan antara lain ikan Nila,Lele Dan ikan Mas yang biasanya digukan sebagai hiasan ataupun ikan penghilang stress menurut orang-orang sekitar karena warnanya yang bermacam-macam dan cantik, dan untuk ikan Nila Dan Lele adalah ikan yang paling banyak di konsumsi oleh masyarakat.
    
     Ikan Mas mempunyai prospek pasar yang cukup baik, maka direktorat jendral perikanan budidaya menetapkan ikan mas sebagai salah satu komuditas untuk mengsukseskan KIBDUKAN (intesifikasi budidaya ikan) mas maka perlu upaya untuk memperbaiki perpormance benih dan induk yang ada dimasyarakat melihat peran balai benih ikan yang ada digorontalo cukup membantu dalam hal penyediaan benih dan calon induk yag baik. Pengembangan  Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Provonsi Gorontalo dapat dijadikan objek untuk menambah ilmu  dan pengalaman khususnya pada pembenihan ikan mas melibatkan diri pada kegiatan disana diharapkan dapat meyerap ilmu dan keterampilan yang di praktekkan disana.

    Budidaya ikan air tawar ini telah dikembangkan dalam bentuk kolam,waduk,dan tambak. Pemijahan ikan air tawar khususnya digorontalo dapat berkembang dengan baik salah satunya ditentukan oleh factor kualitas air.

    Dalam budidaya, mutu kualitas air  yang diperlukan untuk budidaya ikan air tawar haruslah memenuhi  persyaratan berikut : oksigen terlarut 5-10 ppm, karbondioksida < 25 ppm, ph 7-8, suhu 25-30oC dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 5oC serta tidak tercemar bahan kimia beracun contohnya minyak atau limbah pabrik.
  
    Adapun kendala yang biasanya timbul adalah, disaat musim kemarau tiba dimana debit air akan berkurang yang membuat pasokan air  kekolam akan berkurang sumber air yang mengalir berasal dari bendungan  yang pada saat musim hujan, maka air yang masuk ke kolam agak keruh disebabkan air sungai yang masuk dikolam keruh.


1.2  Indentifikasi masalah

Berdasarkan latar belakan diatas dapat diidentifikasi topic-topik permasalahan yang berhubungan dengan pembudidayaan ikan mas (Cyprinus Carpio) dibalai benih ikan sentral (BBIS).
-          Bagaimana mengatasi terganggunya kualitas air terutama mengatasi kekeruhan air yang sering terjadi Di BBIS
1.3 Pembatasan Masalah
      Berdasarkan rumusan permasalahn diatas maka perlu adanya batasan-batasan masalah oleh karena itu permasalahan yang ada dibatasi terganggunya kualitas air.

1.3  Tujuan dan manfaat
1.4.1 Tujuan
         Adapun Yang menjadi tujuan dilaksanakannya praktek kerja industry (PRAKERIN) ini adalah sebagai berikut:
1.      Mempelajari cara/teknik pemijahan pada ikan mas (Cyiprinus Carpio)
2.      Untuk   menambah wawasan  dan keterampilan dalam budidaya ikan air tawar.
3.      Untuk membandingkan ilmu yang didapat disekolah dengan yang didapat selama melaksanakan praktek kerja industry (PRAKERIN) di BBIS.
1.4.2 Manfaat
         Manfaat yang hendak dicapai dalam pelaksanaan prakerin ini adalah:
1.      Dapat mempraktekkan secara langsung teknik pembenihan ikan mas (Cypirinus Carpio).
2.      Lebih mengetahui alat dan bahan untuk melakukan tehnik pembudidayaan.
3.      Mengetahui tingkat produktivitas/pertumbuhan hasil pemijahan ikan.









BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 klasifikasi ikan mas (Cyprinus Carpio)
      Pengelolaan ikan mas berdasarkan ilmu taksonomi hewan (system pengelompokan hewan berdasarkan bentuk tubuh dan sifatn-sifatnya) dapat dituliskan sebagai berikut :
    Phyllum                                       : Chorodata
    Subphillum (anak filum)               : Vartebrata
    Superclass (induk kelas)               :  Pisces
    Class (kelas)                               : Osteicihtyes
    Subclass (anak Kelas)                 : Acitinnopeterygii
    Ordo (bangsa)                           : Cypriniformes
    Subordo (anak bangsa)              : Cyprinoidae
    Family (suku)                           : Cyprinidae
    Subfamily (anak suku)               : Cyprininae
    Genus (marga)                         : Cyprinus
    Spesies (jenis)                          : Cyprinus Carpio,L.

2.2 Morfologi ikan mas (Cyprinus Carpio)
      Menurut djoko suseno ikan mas secara umum mempunyai sifat-sifat seperti hewan air yakni omnivora yang cenderung ke karnivora. Berdasarkan fungsinya ikan mas dibedakan menjadi dua kelompok yaitu ikan komsumsi dan ikan hias. Adapun perbedaan dari dua kelompok ini yakni terletak pada dua pasangan sungut, dank an hias tidak mempunyai sungut. Menurut Heru Susanto Ikan Mas memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
Ø  Badan memanjang dan pipih kesamping
Ø  Mulut dapat disembulkan dan terminal
Ø  Memiliki dua pasang sungut
Ø  Sirip punggung panjang dan bagian belakang mengeras
Ø  Memiliki sisik besar dan cycoid
Ø  Mempunyai garis lurus yang lengkap pada pertengahan sirip ekor.

BAB III
METODELOGI

3.1 Deskripsi Lokasi
      Secara administrative lokasi balai benih ikan sentral (BBIS) Gorontalo terletak diwilayah perbatasan antara kabupaten bone bolango dan kabupaten gorontalo, yaitu suka damai  kecamatan bolango utara kabupaten bone bolango, dengan letak geografis 0 24 102 Lintang utara dan 121 69 123 32 bujur timur yang berbatasan dengan:
Ø  Sebelah utara        : Sungai bone bolango
Ø  Sebelah Selatan    : Desa pilohayanga
Ø  Sebelah Timur      : Kecamatan TAPA
Ø  Sebelah barat        : Kecamatan Telaga

      Sumber air lokasi balai benih ikan sentral (BBIS) Bersal dari Bendungan Pilohayanga. Luas lahan BBIS yang telah disiapkan oleh pemerintah  provinsi gorontalo seluas kurang lebih 5 Ha.
      Lokasi balai benih ikan sentral (BBIS) tidak terlalu jauh dari ibu kota provinsi yaitu kurang lebih 10 KM yang dapat dijangkau dalam waktu 25 menit dengan keadaan roda 4 maupun kendraan roda 2.
     Adapun sarana yang telah dimiliki oleh BBIS sekarang ini adalah sebagai berikut:
v  7 unit kolam induk
v  18 unit kolam calon induk
v  3 unit kolam pemijahan
v  10 unit kolam pendederan
v  5 unit kolam air deras
v  4 unit rumah karyawan type 36
v  1 unit rumah genset
v  1 unit mess siswa
v  1 unit hatchery (indoor) seluas 168 M
v  1 unit bak filter 16x9
v  1 unit bak tendon
v  1 unit aula
v  1 unit gudang pakan
v  9 unit bak pemijahan


3.2 Metode pengumpulan / perolehan data
       Dalam kegiatan pprakerin ini data yang diperoleh kegiatan yang dilaksanakan dibalai benih ikan sentral (BBIS) provinsi gorontalo Sebagai berikut:
Praktek pembeihan ikan mas (Cyprinus Carpio)
A.    Persiapan
B.     Seleksi induk
C.     Pemijahan
D.    Pendederan

3.3 Metode Pelaksanaan
      Kegiatan prakerin ini dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 maret S.D 31 mei 2012 di BBIS, desa suka damai, kecamatan bolango utara, kabupaten bone bolango, provinsi gorontalo.

3.4 Alat dan Bahan
     Adapun alat dan bahan yang digunakan selama kegiatan prakerin ini adalah sebagaimana dalam table berikut ini :

NO.
ALAT DAN BAHAN
FUNGSI

ALAT










1.
ALKON

SESER

HAPA


KERANJANG PAKAN

PACUL

SEKOP

EMBER

TIMBANGAN
SEBAGAI POMPA AIR

UNTUK MENANGKAP IKAN

UNTUK MENAMPUNG BENIH IKAN MAS

UNTUK WADAH PEMBERIAN PAKAN

UNTUK MENGOLAH TANAH

UNTUK MENGANGKAT TANAH

UNTUK MENGANGKUT IKAN

UNTUK MENGUKUR BERAT IKAN

BAHAN


KOLAM PEMIJAHAN

INDUK IKAN MAS

KUNING TELUR

KOLAM PENDEDERAN


PELET
UNTUK MEDIA PEMIJAHAN IKAN MAS

SEBAGAI OBJEK YANG DIA AMATI

PAKAN UNTUK LARVA IKAN MAS

KOLAM UNTUK LARVA IKAN MAS YANG BERUMUR 5 – 7 HARI

PAKAN BENIH,CALIN DAN INDUK IKAN MAS


   


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 TEKNIK PEMBENIHAN IKAN MAS
           Selama pelaksanaan kegiatan PRAKERIN di BBIS Bandungan Dinas Pendidikan  Pendidikan Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Diperoleh hasil sebagai berikut:

1.      Persiapan kolam
   Adapun persiapan kolam pendederan sebelum larva atau benih ditebar berikut langkah-langkahnya:
a.       Pengeringan dan Pengolahan Tanah
   Pengeringan dan Pengolahan Tanah dasar kolam dilakukan selama 2-3 hari tergantung  cuaca dan kondisi tanah, pengeringan dihentikan jika dasar tanah retak-retak.
 Adapun tujuan pengeringan adalah sebagai berikut:
-          Memperbaiki struktur dasar kolam
-          Membunuh hama dan penyakit pada kolam
-          Menetralisir senyawa-senyawa beracun dan menguapkan gas-gas beracun.

b.      Perbaikan pematang
    Perbaikan pematang yang bocor, pintu air dan kemalir. Tujuannya yaitu untuk menghindari masalah yang terjadi selama pemeliharaan benih.

c.       Pengapuran
   Dalam proses pengapuran kapur yang digunakan adalah kapur pertanian (kapur tohor), tujuan pengapuran yakni:
-          Menetralisir PH dalam tanah dan air
-          Membunuh sisa-sisa ikan dan hama
-          Menetralisir senyawa-senyawa beracun yang ada didalam kolam (H3 Dan H2s) dosis kapur yang digunakan 15-30 Gram/M2

d.      Pemupukan
   Pemupukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pakan alami dalam kolam.
Pupuk yang diguanakan terdiri dari:
-          Pupuk Organik (kotoran ayam/kompos)
-          Pupuk Anorganik (Urea dan TSP)
Dosis pupuk organik 250-500 gram/M2 dan Anorganik 15 gram/M2.

e.       Pengisian air
   Air dimasukan kedalam kolam dengan ketinggian 30-40 cm untuk pengisian kedua 75-100 cm kemudian dibiarkan selama 5-7 hari. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan plangkton.

Praktek  pemijahan ikan mas dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

                                           I.            Pematangan induk
     Induk ikan mas yang digunakan adalah induk ikan mas yang unggul dengan berat minimal jantan 500 gram dan sudah berumur 8 bulan sedangkan induk betina memiliki berat sekitar 2 kg dan berumur minimal 1,5-2 tahun.
     Padat penebaran induk dalam kolam pematangan induk dalam kolam air mengalir yaitu 1 kg setiap 1-4m2 luas kolam. Selama pemeliharaan diberikan pakan dengan kandungan protein minimal 30% dengan presentase pakan 2% dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore Hari. induk yang telah memijah jika pengelolaan induknya baik dapat matang  1,5 s/d 3 bulan. Pemeliharaan  secara terpisah  antara induk jantan dan betina merupakan hal yang mendasar lokasi kolam induk jantan berada dihilir, jauh dari induk betina. Kepadatan induk harus kurang dari 50% dari kepadatan normal.

                                        II.            Seleksi induk
     Sebelum dilakukan pemijahan induk terlebih dahulu diseleksi dengan tujuan mencari induk yang telah siap untuk memijah yaitu telah matang gonad.

Adapun cirri-cirinya

Induk betina
·         Badan bagiaan perut besar
·         Gerakan lambat
·         Jika perut distriping akan mengeluarkan cairan berwarna kuning atau sel telur
·         Lubang genital/kelamin agak bengkak dari berwarna kemerahan.
                             Induk jantan
·         badan tampak langsing
·         gerakan lincah dan gesit
·         jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma putih kental.

    Induk yang telah diseleksi selanjutnya ditimbang  dan disimpan dalam bak pemberokan (Puasakan). Penimbangan ini bertujuan menentukan dosis hormone dan juga untuk penentuan perbandingan jantan dan betina untuk pemijahan.

                                     III.            Persiapan wadah

    Di BBIS jika seleksi induk telah dilakukan, maka tahapan selanjutnya adalah penyiapan wadah pemijahan.tempat tempat pemijahan berupa bak semen yang dilengkapi dengan hapa persegi panjang dengan ukuran 7 x 2,5 x 1 M.hapa tersebut di taru dalam beton dengan 70 cm tenggelam di
dalam air dan agar tidak menampung hapa tersebut diberi penberat.tempat pemijahan menggnakan hapa untuk memudahkan pada saat panen larva.
    Bag beton sebagai tempat menaruh hapa terlebih dahulu disterilkan melalui pencucian sampai bersih dengan diterjen dibilas dengan PK agar mencegah tumbuhnya jamur setelah pemijahan yang dapat mrusak telur.
    Kkegiatan selanjutnya yaitu pemasangan kakaban,kakaban berpungsi sebagai tempat melekatnya telur,umumnya,kakaban dibuat dari ijuk yg dijepit dengan bambu berukuran 1,5 x 0,4 m. tempatkan kakaban tersebut sekitar 5-10 cm dibawa permukaan air dan diberi pemberat setelah semuanya siap,kemudian dipasang airasi.

                                     IV.            Pemjahan dan penetasan telur (semi alami)

      Ikan mas merupakan jenis ikan yang dapat dipesihkan secara alami,semi alami dan buatan pemijahan ikan mas di BBIS tergantung kebutuhan benih cukup besar,maka pemijahan yang dlakukan adalah semi alami dan buatan,tapi jika kebutuhan benih normal dan terdapat induk yang sudah sangat matang maka di pijahkan secara alami.
      Pemberlakuan hormone baik,hipovisa maupun ovaprim.dimana induk ikan memijah sendiri dalam bak pemijahan sedankan system pemijahan semi alami dengan cara induk betina disuntik dengan hormon ovaprim dengan dosis 0,5 M/kg induk betina.pada bak pemijahan ditebarkan induk dengan perbandingan 1:3 (berat tiap 1kg : 3 kg jantan):induk ikan akan memijah setelah 10 – 12 jam setelah penyuntikan.pagi hari setelah pemijahan induk diangkat agar induk tidak memakan kembali telur telur yang telah terbuahi.telur yang terbuahi akan berwarna bening setelah pemijahan (kurang lebih 12 jam)dan telur yang berwarna putih susu berarti tidak terbuahi

                                        V.            Pemiliharaan dan pemanenan larva
       
       Telur akan menetas pada hari ketiga aau keempat tergantung suhu dalam bak pemijahan larva yang baru menetas tidak perlu di beri pakan,karena masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur.setelah cadangan makanan habis,telur rebus.caranya sebutir telur ayam matang diambil bagian kuning telurnya saja,kemudian dihancurkan atau diremas remas dan dilarutkan dalam 250 cc air bersih.setelah terbentuk supensi kemudian disemprotkan secara merata pada permukaan air dalam bak pemijahan,sebutir kuning telur cukup untuk 100.000 ekor larva.perawatan larva dalam hapa hingga benih berumur 4 – 5 hari atau paling lama 7 hari,selanjutnya benih dapat dipanen dari hapa.sebelum dipanen terlebih dahulu diangkat satu persatu dengan hati-hati agar larva tidak terbawa kedalam kakaban.

                                     VI.            Pendederan benih.

      Pendederan adalah kelanjutan pemiliharaan benih ikan mas dari hasil dari kegiatan pembenihan untuk mencapai ukuran tertentu yang siap di besarkan,pendederan dilakukan dalam 4 tahap yakni pendederan I,II,III,IV,jangka waktu pendederan pertama berlangsung selama 2-3 minggu pendederan ke II + I Bulan selama 3 minggu,pendederan ke III dan keempat IV kurang lebih 1 bulan.tujuan dilakukan pendederan secara bertahap adalah untuk memperoleh hasil yang berukuran seragam,baik panjang maupun beratnya.

Tingkat pendederan ikan mas
a)      Pendederan I
Ø  Ukuran 1-3 cm
Ø  Lama pemeliharaan 3 minggu
Ø  Umur 20 hari
Ø  Padat tebar 75-100 ekor/M2
Ø  Pemberian pakan masih mengharapkan pakan alami dan masih
Ø  diberikan pakan tambahan berupa pasta/pakan berbentuk serbuk sebanyak 5%
b)      Pendederan II
Ø  Ukuran 3-5 cm
Ø  Lama pemeliharaan 3 minggu
Ø  Umur 40 hari
Ø  Padat tebar 50-75 ekor/M2
Ø  Pemberian pakan masih diberikan pakan tambahan berupa pasta/pakan berbentuk serbuk sebanyak 5%.

c)      Pendederan III
Ø  Ukuran 8-12 cm
Ø  Lama pemeliharaan 1 bulan
Ø  Umur 100 hari
Ø  Padat tebar 5-8 ekor / m2
Ø  Pemberian pakan masih mengharapkan plankton dan masih di berikan pakan tambahan berupa pasta/pakan berbentuk serbuk sebanyak 5%

                                  VII.            Pemanenanan benih

      Pemanenan benih dilakukan selama pagi hari pkl 04.00-09.00 WIB hal ini dilakukan untuk menghindari panas terik matahari.air di kolam disurutkan secara berlahann-lahan supaya benih tak stress.setelah air surut benih ditangkap dengan seser dan di letakan di bak penampungan sementara,selanjutnya Pecking dan dikirim ke tempat yang dituju sesuai permintaan.
       Bila teridentifikasi ikan terserang farasit pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian garam sebanyak 500-1000 Mg/L dengan cara peredaman selama 24 jam pencegahan serangan koi harpes Virus ( KHV )
Dapat dilakukan dengan memperhatikan daya dukung kolam,kualitas air media pemelihara pola tanam serta pembenihan immunistimulanI
( Vitamin C ragi.Dll ) yang dicampur dengan pakan.

























BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            Dari Laporan diatas Diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
1.      Ikan mas dapat dipijahkan secara alamai, dan juga dapat dipijahkan secara semi buatan melalui hormon rangsangan.
2.      Ikan mas baiknya  dipijahkan pada ukuran 500 – 1 kg jantan umur 6-8 bulan dan betina ukuran 2 – 4 kg dengan umur 1,5 – 2 tahun.
3.      Pemijahan semi alami merupakan salah satu tehnik pemijahan yang dilakukan dengan menggunakan hormone ovavrim (perangsang)
4.      Perbandingan jantan dan betina pada pemijahan semi alami menggunakan 3:1 yaitu 3 kg jantan dan 1 kg betina.
5.      Larva yang dihasilkan dalam 1 kali pemijahan dapat mencapai 50.000 – 100.000 ekor/kg induk betina.
6.      Pendederan adalah kelanjutan  pemeliharaan benih ikan mas dari hasil kegiatan pembenihan untuk mencapai ukuran tertentu yang siap dibesarkan.
7.      Pemanenan dilakukan pada pagi hari hal ini dilakukan untuk menghidari terik matahari.





















5.2 Saran

1.      Sangat diharapkan kerja sama yang baik antara siswa PKL dengan Karyawan agar menumbuhkan rasa semangat saat kegiatan berlangsung.
2.      Diharapkana sarana dan prasarana agar bias dijaga dengan baik.
3.      Pemimpin perlu memberikan penghargaan kepada karyawan, karena pembimbing embutuhkan tenaga dan pikirian yang tinggi untuk dapat memberikan pemahaman pada siswa PRAKERIN, sehingga itu menjadi penghargaan dan menjadi hal yang terpenting dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih professional lagi.




DAFTAR PUSTAKA

TEHNIK BUDIDAYA IKAN MAS





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar